Selamat Datang di BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media - BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media - BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media - BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media - BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media - BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media - BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media

Ai Chat

Breaking News
Global climate summit reaches historic agreement on carbon emissions • Tech giant announces revolutionary AI breakthrough • Major economic reforms proposed by government officials • International space mission discovers new exoplanet

JABAR MEDIA SUMMIT 2025 11 SEPTEMBER 2025 HOTEL HOLIDAY IN BANDUNG

JABAR MEDIA SUMMIT 2025 11 SEPTEMBER 2025 HOTEL HOLIDAY IN BANDUNG

kerjasama Pemkot Bandung dan Pemerintah Kota Hamamatsu, Jepang

Kota Bandung dan Hamamatsu Perpanjang Kerja Sama Sister City, Fokus pada SDM dan Teknologi Air Bersih

Penutupan KSTI (Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri) 2025

Penutupan KSTI (Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri) 2025 telah dilakukan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB

Seminar Kebangsaan: Merayakan 60 Tahun SMAK 1 BPK PENABUR

Seminar Kebangsaan: Merayakan 60 Tahun SMAK 1 BPK PENABUR Bandung dengan Semangat Persatuan dan Harmoni

SEMINAR NASIONAL MAGPAR UNPAD 2025

Magister Pariwisata Berkelanjutan Universitas Padjadjaran Gelar Seminar Nasional: Dorong Sinergi Pariwisata Berkelanjutan di Era Digital

KITA BERKEBAYA BY DJRAUM FOUNDATION

KITA BERKEBAYA HADIRKAN OBROLAN HANGAT ‘BERDAYA LEWAT KEBAYA’ DI PANGGUNG PERFORMA

Saturday, 23 August 2025

Prasmanan Sabtu Berkah komunitas TDA ( para pengusaha Tangan Diatas ) Kota Bandung


        Sabtu,23 agustus 2025,berlokasi Di mejid BAITURRAHMAN Jalan Batununggal indah VII Mengger, Kota Bandung, komunitas dari TDA ( para pengusaha Tangan Diatas ) kota Bandung mengadakan Prasmanan Sabtu Berkah makan gratis untuk jemaah masjid: pengurus mesjid, abang ojol, tukang kebun, karyawan harian, security dan saudara kita yang sedang berjuang.
        Panitia kegiatan Prasmanan Sabtu Berkah Bpk. Dicky Ahmad, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara berkala dengan jadwal yang sudah di tentukan sebelumnya,yakni setiap hari sabtu pukul 11:30 S/D Selesai atau ba'da sholat dhuhur,  kegiatan ini memberdayakan para vendor kuliner dan cathering UMKM kota bandung dari berbagai daerah.
          Para pengunjung acara datang dari berbagai kalangan, yang sebelumnya melakukan sholat Dhuhur berjamaah, dan dilanjutkan dengan acara Prasmanan Sabtu Berkah, semoga acara kegitan sosial seperti ini bisa menginspirasi berbagai kalangan baik komunitas , organisasi maupun instansi untuk bisa berbagi kepada sesama, dan perlu diapresiasi panitia yang sudah mengadakan program-program seperti ini di kota bandung








Assalamu’alaikum, 

Setiap Sabtu, kami dari TDA Bandung mengadakan Prasmanan Sabtu Berkah—makan gratis untuk jemaah masjid: pengurus mesjid, abang ojol, tukang kebun, karyawan harian, security dan saudara kita yang sedang berjuang.

Cuma Rp17.000
Kamu sudah bantu sajikan 1 porsi makanan hangat + 1 porsi kebahagiaan + 1 porsi doa tulus dari mereka yang terbantu.

💸 Transfer ke: 
Rekening BSI - 7095 81 9391 atas nama TDA Bandung QQ Sosial
📩 Konfirmasi: 0851-7970-0500

Sedikit buat kita, tapi cukup berarti untuk mereka.
Yuk, jadi bagian dari rantai kebaikan ini.

Barakallah. 







 

Sunday, 17 August 2025

SEMINAR NASIONAL MAGPAR UNPAD 2025


 

Magister Pariwisata Berkelanjutan Universitas Padjadjaran Gelar Seminar Nasional: Dorong Sinergi Pariwisata Berkelanjutan di Era Digital

Bandung, 26 Juni 2025 – Sekolah Pascasarjana Universitas Padjadjaran (UNPAD) melalui program Magister Pariwisata Berkelanjutan, sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Pariwisata Berkelanjutan di Era Digital: Mewujudkan Industri yang Berdaya Saing, Inklusif dan Ramah Iklim dalam Kerangka SGDs”.

Acara yang berlangsung di Sekolah Pascasarjana UNPAD, Bandung, ini dihadiri oleh 144 peserta, baik secara luring maupun daring. Peserta berasal dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, mahasiswa, praktisi industri, perwakilan instansi pemerintah, dan masyarakat umum.

Seminar ini bertujuan untuk menciptakan forum kolaboratif dan akademik guna membahas isu-isu strategis terkait pariwisata berkelanjutan di era digital. Acara dibuka dengan penampilan Tari Jaipong dari Komunitas Seni Pertanian Unpad, dilanjutkan dengan sesi talkshow interaktif yang dipandu oleh Kevin Muhamad Lukman, S.T., M.Env., Ph.D., selaku Dosen Sekolah Pascasarjana UNPAD, kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel paralel.

Acara ini menghadirkan dua orang narasumber, yaitu Ibu Dr. I Gusti Ayu Dewi Hendriyani, A.Par., M.Par., yang adalah Asisten Deputi Manajemen Strategis Kementerian Pariwisata RI, dan Ibu Wina Yuwina, S.E., seorang praktisi usaha pariwisata lokal Namu Hejo. Perspektif dari narasumber utama di antaranya tentang Pariwisata sebagai Strategi Nasional Menuju Indonesia Emas 2045. Ibu Dr. I Gusti Ayu Dewi Hendriyani, A.Par., M.Par., Asisten Deputi Manajemen Strategis Kementerian Pariwisata RI, memaparkan pentingnya kebijakan pariwisata berkelanjutan dalam kerangka SDGs. Menurutnya, pariwisata berkelanjutan adalah pendekatan yang memenuhi kebutuhan wisatawan dan destinasi saat ini, dengan tiga pilar utama: People, Planet, dan Profit. Beliau juga menyoroti capaian pariwisata Indonesia, yang berada di peringkat ke-22 dari 119 negara dalam Travel & Tourism Development Index (TTDI) 2024 dan memproyeksikan kontribusi pariwisata terhadap PDB akan mencapai 4,04% pada tahun 2024.

Kemudian dari narasumber kedua memaparkan tentang Pariwisata Berbasis Komunitas dan Inovasi. Ibu Wina Yuwina, S.E., membawakan materi dengan judul “Pariwisata Masa Kini: Daya Saing, Ekonomi, Inovasi, dan Kolaborasi”. Beliau menekankan bahwa pariwisata adalah hubungan antara manusia dan alam, dengan pariwisata global menyumbang 10% dari PDB dunia. Melalui studi kasus Namuhejo, ia menunjukkan bagaimana kolaborasi dengan masyarakat lokal dan petani kopi, serta penggunaan 80% staf lokal, dapat menciptakan pengalaman wisata yang autentik dan berkelanjutan.

Setelah sesi talkshow, acara dilanjutkan dengan sesi paralel di mana para peserta mempresentasikan artikel-artikel ilmiah mereka. Sesi ini dibagi ke dalam empat kelompok diskusi berdasarkan aspek-aspek utama pariwisata, yaitu: Aspek Keberlanjutan, Aspek Daya Saing dan Ekonomi, Aspek Sosial, dan Aspek Digital dan Inovasi.

Sebagai luaran, seminar ini akan menghasilkan naskah artikel ilmiah para peserta yang dikompilasi menjadi book chapter ber-ISBN. Hal ini menjadi kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan pariwisata yang berdaya saing, inklusif, dan ramah iklim, serta mendorong pemanfaatan publikasi ilmiah dan jejaring kolaboratif untuk inovasi pariwisata di masa depan.


 


 

Seminar Kebangsaan: Merayakan 60 Tahun SMAK 1 BPK PENABUR Bandung


Seminar Kebangsaan: Merayakan 60 Tahun SMAK 1 BPK PENABUR Bandung dengan Semangat Persatuan dan Harmoni

Dalam rangka memperingati HUT ke-60 SMAK 1 BPK PENABUR Bandung, Keluarga Besar Alumni (KBA) menggelar Seminar Kebangsaan bertajuk “Bersatu Berdaulat dalam Harmoni” di Gedung Graha Surya Priangan, Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP), Sabtu pagi.(9/8/2025).

Acara ini menjadi ajang pertemuan lintas generasi, lintas iman, dan lintas latar belakang sosial untuk memperkuat semangat kebangsaan serta komitmen menjaga persatuan dalam keberagaman.

Empat pembicara hadir membagikan pandangan dan pengalaman mereka, yakni:

H. Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung

Dr. Djoni Toat Muljadi, S.H., M.H., Koordinator Bakti Sosial Masyarakat Tionghoa Peduli Bandung dan Wakil Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Jawa Barat

KH. Ahmad Dasuki, S.Pd.I., M.M., Wakil Ketua PWNU Jawa Barat,Vanessa Shania, S.H., M.Kn., Kepala Departemen Lintas Agama Alumni PENABUR Indonesia

Acara dipandu oleh Lim Hendra Irawan, Ketua Umum Keluarga Besar Alumni SMAK 1 BPK PENABUR Bandung, yang sekaligus menjadi moderator.

Dalam materinya, KH. Ahmad Dasuki menegaskan peran penting nilai-nilai Islam Nusantara dan NU dalam menjaga harmoni bangsa melalui toleransi, moderasi beragama, dan penguatan tradisi lokal. Sementara Dr. Djoni Toat mengisahkan kiprah komunitas Tionghoa dalam aksi-aksi sosial lintas etnis dan agama yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Dr. Djoni Toat berbagi pengalaman dari komunitas Tionghoa dalam aksi-aksi sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa semangat kebangsaan tidak mengenal batas etnis atau agama.

Dari perspektif generasi muda, Vanessa Shania menekankan pentingnya peran perempuan muda dan komunitas lintas iman dalam menjaga persatuan. Kebangsaan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya urusan elite atau lembaga negara,ujarnya. 

Seminar ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sepanjang tahun yang diinisiasi KBA SMAK 1 BPK PENABUR Bandung, yang mencakup kegiatan sosial, reuni akbar, dan program pengabdian masyarakat. Acara ditutup dengan diskusi interaktif dan komitmen bersama untuk menghidupkan semangat “Bersatu Berdaulat dalam Harmoni” di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.











 

Penutupan KSTI (Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri) 2025



Penutupan KSTI (Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri) 2025 telah dilakukan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB 

Bandung- Kegiatan Konvensi Sains, Teknologi dan Industri (KSTI) 2025 resmi ditutup oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto,

Penutupan dilakuan setelah kegiatan KSTI yang berlangsung selama 3 hari sejjak Kamis (7/8) hingga Sabtu (9/8) di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), ITB, Jawa Barat,

Dalam acara penutupan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof Brian Yuliarto mengatakan kegaitan KSTI bukanlah akhirnya dari kegiatan dalam upaya pengembangan sains dan teknologi.

“Kita lihat Negara  yang maju mereka punya ambisi besar, saint teknologi tidak cukup berhenti sampai disini. KSTI tidak cukup dengan hanya berkumpul, berikan gagasan lalu kita tutup,”  ujar Prof. Brian.

Menurut Brian, yang terpenting dari ini semua adalah siap kerja setelah ini .

“Saya berterima kasih kepada para peneliti, saya juga dosen san permah menjadi peneliti. Jad saya paham bemar gimana bapak-bapak ibu ditengah kesunyian berinteraksi demgan mahasiswa memberikan pengetahuan dan penelitian ada yang sampe malam,” jelasnya.

Menurut prof Brian, Indonesia butiuh pengusaan saint,teknologi saat ini dan  dirinya samgat terbuaka bagi semua yang memiliki gagasan dan ide.

“Juga kerja sama dengan industri, jadi kita ingin apa yang kita teliti, apa yang teman dosen teliti dan kembangkan bisa dipakai oleh industr,”  sebutnya.

Prof Brian  meminta kepada dunia Industry, jika mereka butuh apa, bisa sampaikam kepadanya.

“ Kami akan kumpulkan peneliti-peneliti terbaik di bidnag tersebut, bahkan dana penelitain akan dibeeikan dari kita, Tapi kita inginkan adalah hasil penelitian bisa digunakan bemar-benar untuk kepentingan industri,” tegasnya

Namun menurutnya, kadang yeman industri tidak memberikan infornasj dati hasil penelitian, sehingga apa yang dibutuhkan ibdustri dan bisa dimanfaatkan.

“Saya kembali ingatkan ini bukanlah akhir tapi dari awal kerja-kerja besar kita semua. insan  pendidikan tinggu para peneiti guru besar dan sintis yang ada di indonesia,” tandasnya.

Acara KSTI 2025  melibatkan 68 kementerian, 152 BUMN, dan menampilkan lebih dari 400 inovasi yang diharapkan dapat menjadi titik awal kolaborasi riset berorientasi pertumbuhan ekonomi. KSTI 2025 juga didukung penuh oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebagai penyedia pendanaan kegiatan, yang bersumber dari Dana Abadi Pendidikan Tinggi (DAPT).







 

Kota Bandung dan Hamamatsu Perpanjang Kerja Sama Sister City, Fokus pada SDM dan Teknologi Air Bersih



Kota Bandung dan Hamamatsu Perpanjang Kerja Sama Sister City, Fokus pada SDM dan Teknologi Air Bersih

Seremonial penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) berlangsung di Balai Kota Bandung, Senin, 11 Agustus 2025, disaksikan oleh jajaran pejabat kedua kota.

Kesepakatan ini menindaklanjuti kerja sama yang dimulai melalui Letter of Intent (LoI) pada 19 Desember 2014 dan diperkuat dengan MoU pertama pada 26 Juni 2019.

Kerja sama yang sempat terhambat akibat pandemi COVID-19 kini diperpanjang dengan fokus pada dua bidang utama, yaitu pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan penguatan sektor industri dan ekonomi.

Wali Kota Hamamatsu, Yusuke Nakano menyampaikan apresiasi terhadap keberlanjutan hubungan persahabatan kedua kota.

“Kami telah lama berkolaborasi dengan Kota Bandung dalam berbagai bidang. Ke depan, MoU ini membuka peluang baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua kota,” kata Yusuke.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menjelaskan, salah satu prioritas kerja sama adalah pelatihan tenaga kerja terampil untuk bekerja di Hamamatsu, khususnya di sektor perawatan (nurse care) dan teknisi.

“Kita membuka peluang bagi tenaga kerja terampil, bukan hanya buruh. Target awalnya jika dalam setahun bisa melatih 200 orang saja itu sudah sangat bagus, mengingat standar keterampilan yang dibutuhkan tinggi dan memerlukan pelatihan panjang,” ujar Farhan.

Selain pelatihan tenaga kerja, kerja sama juga mencakup penerapan teknologi pengelolaan air bersih. Proyek ini akan berkolaborasi dengan PDAM Kota Bandung, melanjutkan program yang telah dimulai sejak 2017.

Menurut Farhan, sektor ini menjadi penting mengingat kebutuhan peningkatan layanan air bersih di Bandung.

Kerja sama bidang pendidikan juga turut diperluas, terutama melalui kolaborasi dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk riset di bidang pendidikan, kedokteran, dan psikologi.

Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk mempererat hubungan internasional Kota Bandung, sekaligus menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat melalui transfer pengetahuan, teknologi, dan peluang kerja.











 

KITA BERKEBAYA


KITA BERKEBAYA HADIRKAN OBROLAN HANGAT ‘BERDAYA LEWAT KEBAYA’ DI PANGGUNG PERFORMA•ARTJOG

 

Yogyakarta, 7 Agustus 2025Festival seni rupa kontemporer tahunan, ARTJOG, kembali hadir pada 20 Juni hingga 31 Agustus 2025 di Jogja National Museum, Yogyakarta dengan mengangkat tema Motif: Amalan. Selain pameran seni rupa, ARTJOG 2025 bersama Bakti Budaya Djarum Foundation menghadirkan program performa•ARTJOG yang diselenggarakan setiap minggu dan dirancang sebagai momentum atas perayaan bersama terhadap seni pertunjukan maupun seni peristiwa langsung lainnya.

 

Dalam rangka merayakan Hari Kebaya Nasional, ​​panggung performa•ARTJOG hari ini menghadirkan Kita Berkebaya persembahan Bakti Budaya Djarum Foundation bersama Narasi. Acara yang berupa rangkaian aktivitas kreatif dan edukatif ini bertujuan meningkatkan apresiasi dan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap kebaya sebagai bagian dari identitas budaya yang terus berkembang.

 

“Kebaya adalah warisan budaya Indonesia yang penuh dengan makna dan filosofi, serta mencerminkan nilai-nilai tradisi, martabat, dan identitas perempuan Indonesia. Hal ini mendorong kami untuk menginisiasi gerakan Kita Berkebaya yang kembali mengingatkan bahwa kebaya sebagai simbol ekspresi diri, kebanggaan budaya, dan pemberdayaan perempuan lintas generasi. Melalui kehadiran Kita Berkebaya di panggung ARTJOG ini, diharapkan lahir kesadaran baru akan pentingnya merawat dan menghidupkan kembali kebaya sebagai bagian dari identitas budaya yang kaya dan terus berkembang dan menjadi kekuatan ekonomi yang memberdayakan, baik dari penjual kain, penjahit, pembatik, perancang busana, hingga pelaku industri kreatif lainnya di seluruh Indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

 

Acara ini dibuka dengan pemutaran film pendek #KitaBerkebaya yang juga dapat disaksikan melalui YouTube Indonesia Kaya. Selanjutnya ada karya artistik dari Abdi Dalem Pura Mangkunegaran yang merepresentasikan makna kebaya. Penampilan ini menjadi pengantar menuju diskusi seputar budaya, ekspresi diri, dan pemberdayaan.

 

Tak kalah menarik adalah perbincangan dalam Talkshow Berdaya Lewat Kebaya: Warisan Budaya sebagai Ruang Ekspresi. Obrolan hangat yang merayakan kebaya sebagai simbol budaya, identitas, dan ekspresi diri perempuan Indonesia ini akan dibahas oleh Mbakyu Berkebaya, content creator, dan GRAj. (Gusti Raden Ajeng) Ancillasura Marina Sudjiwo, Pengageng Kawedanan Panti Budaya Pura Mangkunegaran.

 

Melampaui perannya sebagai busana tradisional, diskusi ini akan membahas kebaya dari berbagai sudut pandang, mulai dari pengaruh budaya Jawa, sejarah, dan warisan keraton yang membentuk karakternya, hingga perannya sebagai identitas dan bentuk ekspresi diri perempuan. Acara ini juga akan mengupas relevansi kebaya di tengah tren fesyen masa kini serta berbagai upaya kreatif dan kolaboratif untuk menghidupkan kembali kecintaan pada kebaya di kalangan generasi muda.

 

“Kebaya bukan hanya warisan kain dan jahitan, melainkan cerita tentang perjalanan budaya, identitas, dan jati diri perempuan Indonesia. Dengan memahami sejarah dan maknanya, kita bisa membawa kebaya tetap relevan di masa ini. Generasi muda memiliki peran penting untuk menghidupkan kembali kebaya, tidak hanya dengan memakainya, tetapi juga dengan memberi nafas baru lewat ide, kolaborasi, dan kreativitas. Kebaya adalah masa lalu, masa kini, dan masa depan kita bersama,” ujar GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo yang akrab dipanggil Gusti Sura.

 

Penonton yang hadir juga dapat melihat praktik singkat tentang Padu Padan Kebaya yang mengajak peserta memadupadankan elemen kebaya sesuai gaya dan ekspresi diri dan gaya mereka sendiri. Di akhir acara, pengunjung dihibur dengan penampilan Lantun Orchestra, kelompok musik yang menggabungkan elemen-elemen tradisional dengan aransemen modern, menciptakan harmoni yang memukau dan unik, serta  menghadirkan pengalaman musik yang kaya dan mendalam.

***

 

Sekilas tentang BAKTI BUDAYA DJARUM FOUNDATION

Sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, PT Djarum memiliki komitmen untuk menjadi perusahaan yang turut berperan serta dalam memajukan bangsa dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempertahankan kelestarian sumber daya alam Indonesia.

 

Berangkat dari komitmen tersebut, PT Djarum telah melakukan berbagai program dan pemberdayaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di masyarakat dan lingkungan selama kurun waktu 60 tahun. Pelaksanaan CSR ini dilaksanakan oleh Djarum Foundation yang didirikan sejak 30 April 1986, dengan misi untuk memajukan Indonesia menjadi negara digdaya yang seutuhnya melalui 5 bakti, antara lain Bakti Sosial, Bakti Olahraga, Bakti Lingkungan, Bakti Pendidikan, dan Bakti Budaya. Semua program dari Djarum Foundation adalah bentuk konsistensi Bakti Pada Negeri, demi terwujudnya kualitas hidup Indonesia di masa depan yang lebih baik dan bermartabat.

 

Dalam hal Bakti Budaya Djarum Foundation, sejak tahun 1992 konsisten menjaga kelestarian dan kekayaan budaya dengan melakukan pemberdayaan, dan mendukung insan budaya di lebih dari 5.000 kegiatan budaya. Beberapa tahun terakhir ini, Bakti Budaya Djarum Foundation melakukan inovasi melalui media digital, memberikan informasi mengenai kekayaan dan keragaman budaya Indonesia melalui sebuah situs interaktif yang dapat diakses oleh masyarakat luas melalui www.indonesiakaya.com. Kemudian membangun dan meluncurkan "Galeri Indonesia Kaya" di Grand Indonesia, Jakarta pada 10 Oktober 2013. Ini adalah ruang publik pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memadukan konsep edukasi dan multimedia digital untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia agar seluruh masyarakat bisa lebih mudah memperoleh akses mendapatkan informasi dan referensi mengenai kebudayaan Indonesia dengan cara yang menyenangkan dan tanpa dipungut biaya.

 

Bakti Budaya Djarum Foundation bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang mempersembahkan “Taman Indonesia Kaya” di Semarang sebagai ruang publik yang didedikasikan untuk masyarakat dan dunia seni pertunjukan yang diresmikan pada 10 Oktober 2018, bertepatan dengan ulang tahun Galeri Indonesia Kaya ke-5. Taman Indonesia Kaya merupakan taman dengan panggung seni pertunjukan terbuka pertama di Jawa Tengah yang memberikan warna baru bagi Kota Semarang dan dapat menjadi rumah bagi para seniman Jawa Tengah yang bisa digunakan untuk berbagai macam kegiatan dan pertunjukan seni budaya secara gratis.

 

Bakti Budaya Djarum Foundation juga melakukan pemberdayaan masyarakat dan rutin memberikan pelatihan membatik kepada para ibu dan remaja sejak 2011. Hal ini dilatarbelakangi kelangkaan dan penurunan produksi Batik Kudus akibat banyaknya para pembatik yang beralih profesi. Untuk itu, Bakti Budaya Djarum Foundation melakukan pembinaan dalam rangka peningkatan keterampilan dan keahlian membatik kepada masyarakat Kudus agar tetap hadir sebagai warisan bangsa Indonesia dan mampu mengikuti perkembangan jaman tanpa menghilangkan ciri khasnya. Lebih lanjut informasi mengenai Bakti Budaya Djarum Foundation dapat mengakses www.djarumfoundation.org, www.indonesiakaya.com.





 

PCN Indonesia Gelar Build Next Bandung: Pamerkan Material dan teknologi Bangunan Terbaru

BANDUNG, BIP NEWS MEDIA – Principal Collective Network (PCN) Indonesia kembali menggelar ajang pameran industri bertajuk "B...