JABAR MEDIA SUMMIT 2025 11 SEPTEMBER 2025 HOTEL HOLIDAY IN BANDUNG
JABAR MEDIA SUMMIT 2025 11 SEPTEMBER 2025 HOTEL HOLIDAY IN BANDUNG
kerjasama Pemkot Bandung dan Pemerintah Kota Hamamatsu, Jepang
Kota Bandung dan Hamamatsu Perpanjang Kerja Sama Sister City, Fokus pada SDM dan Teknologi Air Bersih
Penutupan KSTI (Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri) 2025
Penutupan KSTI (Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri) 2025 telah dilakukan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB
Seminar Kebangsaan: Merayakan 60 Tahun SMAK 1 BPK PENABUR
Seminar Kebangsaan: Merayakan 60 Tahun SMAK 1 BPK PENABUR Bandung dengan Semangat Persatuan dan Harmoni
SEMINAR NASIONAL MAGPAR UNPAD 2025
Magister Pariwisata Berkelanjutan Universitas Padjadjaran Gelar Seminar Nasional: Dorong Sinergi Pariwisata Berkelanjutan di Era Digital
KITA BERKEBAYA BY DJRAUM FOUNDATION
KITA BERKEBAYA HADIRKAN OBROLAN HANGAT ‘BERDAYA LEWAT KEBAYA’ DI PANGGUNG PERFORMA
Saturday, 23 August 2025
Prasmanan Sabtu Berkah komunitas TDA ( para pengusaha Tangan Diatas ) Kota Bandung
Sunday, 17 August 2025
SEMINAR NASIONAL MAGPAR UNPAD 2025
Magister Pariwisata Berkelanjutan Universitas Padjadjaran Gelar Seminar Nasional: Dorong Sinergi Pariwisata Berkelanjutan di Era Digital
Bandung, 26 Juni 2025 – Sekolah Pascasarjana Universitas Padjadjaran (UNPAD) melalui program Magister Pariwisata Berkelanjutan, sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Pariwisata Berkelanjutan di Era Digital: Mewujudkan Industri yang Berdaya Saing, Inklusif dan Ramah Iklim dalam Kerangka SGDs”.
Acara yang berlangsung di Sekolah Pascasarjana UNPAD, Bandung, ini dihadiri oleh 144 peserta, baik secara luring maupun daring. Peserta berasal dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, mahasiswa, praktisi industri, perwakilan instansi pemerintah, dan masyarakat umum.
Seminar ini bertujuan untuk menciptakan forum kolaboratif dan akademik guna membahas isu-isu strategis terkait pariwisata berkelanjutan di era digital. Acara dibuka dengan penampilan Tari Jaipong dari Komunitas Seni Pertanian Unpad, dilanjutkan dengan sesi talkshow interaktif yang dipandu oleh Kevin Muhamad Lukman, S.T., M.Env., Ph.D., selaku Dosen Sekolah Pascasarjana UNPAD, kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel paralel.
Acara ini menghadirkan dua orang narasumber, yaitu Ibu Dr. I Gusti Ayu Dewi Hendriyani, A.Par., M.Par., yang adalah Asisten Deputi Manajemen Strategis Kementerian Pariwisata RI, dan Ibu Wina Yuwina, S.E., seorang praktisi usaha pariwisata lokal Namu Hejo. Perspektif dari narasumber utama di antaranya tentang Pariwisata sebagai Strategi Nasional Menuju Indonesia Emas 2045. Ibu Dr. I Gusti Ayu Dewi Hendriyani, A.Par., M.Par., Asisten Deputi Manajemen Strategis Kementerian Pariwisata RI, memaparkan pentingnya kebijakan pariwisata berkelanjutan dalam kerangka SDGs. Menurutnya, pariwisata berkelanjutan adalah pendekatan yang memenuhi kebutuhan wisatawan dan destinasi saat ini, dengan tiga pilar utama: People, Planet, dan Profit. Beliau juga menyoroti capaian pariwisata Indonesia, yang berada di peringkat ke-22 dari 119 negara dalam Travel & Tourism Development Index (TTDI) 2024 dan memproyeksikan kontribusi pariwisata terhadap PDB akan mencapai 4,04% pada tahun 2024.
Kemudian dari narasumber kedua memaparkan tentang Pariwisata Berbasis Komunitas dan Inovasi. Ibu Wina Yuwina, S.E., membawakan materi dengan judul “Pariwisata Masa Kini: Daya Saing, Ekonomi, Inovasi, dan Kolaborasi”. Beliau menekankan bahwa pariwisata adalah hubungan antara manusia dan alam, dengan pariwisata global menyumbang 10% dari PDB dunia. Melalui studi kasus Namuhejo, ia menunjukkan bagaimana kolaborasi dengan masyarakat lokal dan petani kopi, serta penggunaan 80% staf lokal, dapat menciptakan pengalaman wisata yang autentik dan berkelanjutan.
Setelah sesi talkshow, acara dilanjutkan dengan sesi paralel di mana para peserta mempresentasikan artikel-artikel ilmiah mereka. Sesi ini dibagi ke dalam empat kelompok diskusi berdasarkan aspek-aspek utama pariwisata, yaitu: Aspek Keberlanjutan, Aspek Daya Saing dan Ekonomi, Aspek Sosial, dan Aspek Digital dan Inovasi.
Sebagai luaran, seminar ini akan menghasilkan naskah artikel ilmiah para peserta yang dikompilasi menjadi book chapter ber-ISBN. Hal ini menjadi kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan pariwisata yang berdaya saing, inklusif, dan ramah iklim, serta mendorong pemanfaatan publikasi ilmiah dan jejaring kolaboratif untuk inovasi pariwisata di masa depan.
Seminar Kebangsaan: Merayakan 60 Tahun SMAK 1 BPK PENABUR Bandung
Seminar Kebangsaan: Merayakan 60 Tahun SMAK 1 BPK PENABUR Bandung dengan Semangat Persatuan dan Harmoni
Dalam rangka memperingati HUT ke-60 SMAK 1 BPK PENABUR Bandung, Keluarga Besar Alumni (KBA) menggelar Seminar Kebangsaan bertajuk “Bersatu Berdaulat dalam Harmoni” di Gedung Graha Surya Priangan, Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP), Sabtu pagi.(9/8/2025).
Acara ini menjadi ajang pertemuan lintas generasi, lintas iman, dan lintas latar belakang sosial untuk memperkuat semangat kebangsaan serta komitmen menjaga persatuan dalam keberagaman.
Empat pembicara hadir membagikan pandangan dan pengalaman mereka, yakni:
H. Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung
Dr. Djoni Toat Muljadi, S.H., M.H., Koordinator Bakti Sosial Masyarakat Tionghoa Peduli Bandung dan Wakil Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Jawa Barat
KH. Ahmad Dasuki, S.Pd.I., M.M., Wakil Ketua PWNU Jawa Barat,Vanessa Shania, S.H., M.Kn., Kepala Departemen Lintas Agama Alumni PENABUR Indonesia
Acara dipandu oleh Lim Hendra Irawan, Ketua Umum Keluarga Besar Alumni SMAK 1 BPK PENABUR Bandung, yang sekaligus menjadi moderator.
Dalam materinya, KH. Ahmad Dasuki menegaskan peran penting nilai-nilai Islam Nusantara dan NU dalam menjaga harmoni bangsa melalui toleransi, moderasi beragama, dan penguatan tradisi lokal. Sementara Dr. Djoni Toat mengisahkan kiprah komunitas Tionghoa dalam aksi-aksi sosial lintas etnis dan agama yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Dr. Djoni Toat berbagi pengalaman dari komunitas Tionghoa dalam aksi-aksi sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa semangat kebangsaan tidak mengenal batas etnis atau agama.
Dari perspektif generasi muda, Vanessa Shania menekankan pentingnya peran perempuan muda dan komunitas lintas iman dalam menjaga persatuan. Kebangsaan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya urusan elite atau lembaga negara,ujarnya.
Seminar ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sepanjang tahun yang diinisiasi KBA SMAK 1 BPK PENABUR Bandung, yang mencakup kegiatan sosial, reuni akbar, dan program pengabdian masyarakat. Acara ditutup dengan diskusi interaktif dan komitmen bersama untuk menghidupkan semangat “Bersatu Berdaulat dalam Harmoni” di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.
Penutupan KSTI (Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri) 2025
Bandung- Kegiatan Konvensi Sains, Teknologi dan Industri (KSTI) 2025 resmi ditutup oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto,
Penutupan dilakuan setelah kegiatan KSTI yang berlangsung selama 3 hari sejjak Kamis (7/8) hingga Sabtu (9/8) di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), ITB, Jawa Barat,
Dalam acara penutupan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof Brian Yuliarto mengatakan kegaitan KSTI bukanlah akhirnya dari kegiatan dalam upaya pengembangan sains dan teknologi.
“Kita lihat Negara yang maju mereka punya ambisi besar, saint teknologi tidak cukup berhenti sampai disini. KSTI tidak cukup dengan hanya berkumpul, berikan gagasan lalu kita tutup,” ujar Prof. Brian.
Menurut Brian, yang terpenting dari ini semua adalah siap kerja setelah ini .
“Saya berterima kasih kepada para peneliti, saya juga dosen san permah menjadi peneliti. Jad saya paham bemar gimana bapak-bapak ibu ditengah kesunyian berinteraksi demgan mahasiswa memberikan pengetahuan dan penelitian ada yang sampe malam,” jelasnya.
Menurut prof Brian, Indonesia butiuh pengusaan saint,teknologi saat ini dan dirinya samgat terbuaka bagi semua yang memiliki gagasan dan ide.
“Juga kerja sama dengan industri, jadi kita ingin apa yang kita teliti, apa yang teman dosen teliti dan kembangkan bisa dipakai oleh industr,” sebutnya.
Prof Brian meminta kepada dunia Industry, jika mereka butuh apa, bisa sampaikam kepadanya.
“ Kami akan kumpulkan peneliti-peneliti terbaik di bidnag tersebut, bahkan dana penelitain akan dibeeikan dari kita, Tapi kita inginkan adalah hasil penelitian bisa digunakan bemar-benar untuk kepentingan industri,” tegasnya
Namun menurutnya, kadang yeman industri tidak memberikan infornasj dati hasil penelitian, sehingga apa yang dibutuhkan ibdustri dan bisa dimanfaatkan.
“Saya kembali ingatkan ini bukanlah akhir tapi dari awal kerja-kerja besar kita semua. insan pendidikan tinggu para peneiti guru besar dan sintis yang ada di indonesia,” tandasnya.
Acara KSTI 2025 melibatkan 68 kementerian, 152 BUMN, dan menampilkan lebih dari 400 inovasi yang diharapkan dapat menjadi titik awal kolaborasi riset berorientasi pertumbuhan ekonomi. KSTI 2025 juga didukung penuh oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebagai penyedia pendanaan kegiatan, yang bersumber dari Dana Abadi Pendidikan Tinggi (DAPT).
Kota Bandung dan Hamamatsu Perpanjang Kerja Sama Sister City, Fokus pada SDM dan Teknologi Air Bersih
Kota Bandung dan Hamamatsu Perpanjang Kerja Sama Sister City, Fokus pada SDM dan Teknologi Air Bersih
Seremonial penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) berlangsung di Balai Kota Bandung, Senin, 11 Agustus 2025, disaksikan oleh jajaran pejabat kedua kota.
Kesepakatan ini menindaklanjuti kerja sama yang dimulai melalui Letter of Intent (LoI) pada 19 Desember 2014 dan diperkuat dengan MoU pertama pada 26 Juni 2019.
Kerja sama yang sempat terhambat akibat pandemi COVID-19 kini diperpanjang dengan fokus pada dua bidang utama, yaitu pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan penguatan sektor industri dan ekonomi.
Wali Kota Hamamatsu, Yusuke Nakano menyampaikan apresiasi terhadap keberlanjutan hubungan persahabatan kedua kota.
“Kami telah lama berkolaborasi dengan Kota Bandung dalam berbagai bidang. Ke depan, MoU ini membuka peluang baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua kota,” kata Yusuke.
Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menjelaskan, salah satu prioritas kerja sama adalah pelatihan tenaga kerja terampil untuk bekerja di Hamamatsu, khususnya di sektor perawatan (nurse care) dan teknisi.
“Kita membuka peluang bagi tenaga kerja terampil, bukan hanya buruh. Target awalnya jika dalam setahun bisa melatih 200 orang saja itu sudah sangat bagus, mengingat standar keterampilan yang dibutuhkan tinggi dan memerlukan pelatihan panjang,” ujar Farhan.
Selain pelatihan tenaga kerja, kerja sama juga mencakup penerapan teknologi pengelolaan air bersih. Proyek ini akan berkolaborasi dengan PDAM Kota Bandung, melanjutkan program yang telah dimulai sejak 2017.
Menurut Farhan, sektor ini menjadi penting mengingat kebutuhan peningkatan layanan air bersih di Bandung.
Kerja sama bidang pendidikan juga turut diperluas, terutama melalui kolaborasi dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk riset di bidang pendidikan, kedokteran, dan psikologi.
Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk mempererat hubungan internasional Kota Bandung, sekaligus menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat melalui transfer pengetahuan, teknologi, dan peluang kerja.
KITA BERKEBAYA
KITA BERKEBAYA HADIRKAN
OBROLAN HANGAT ‘BERDAYA LEWAT KEBAYA’ DI PANGGUNG PERFORMA•ARTJOG
Yogyakarta, 7 Agustus
2025 — Festival seni rupa kontemporer
tahunan, ARTJOG, kembali hadir pada
20 Juni hingga 31 Agustus 2025 di Jogja National Museum, Yogyakarta dengan
mengangkat tema Motif: Amalan. Selain
pameran seni rupa, ARTJOG 2025 bersama Bakti
Budaya Djarum Foundation menghadirkan program performa•ARTJOG yang diselenggarakan setiap minggu dan dirancang sebagai momentum atas
perayaan bersama terhadap seni pertunjukan maupun seni peristiwa langsung
lainnya.
Dalam rangka merayakan Hari
Kebaya Nasional, panggung performa•ARTJOG
hari ini menghadirkan Kita Berkebaya
persembahan Bakti Budaya Djarum
Foundation bersama Narasi. Acara yang berupa rangkaian aktivitas kreatif
dan edukatif ini bertujuan meningkatkan apresiasi dan pemahaman masyarakat,
khususnya generasi muda, terhadap kebaya sebagai bagian dari identitas budaya
yang terus berkembang.
“Kebaya adalah warisan budaya Indonesia yang penuh dengan makna dan
filosofi, serta mencerminkan nilai-nilai tradisi, martabat, dan identitas
perempuan Indonesia. Hal ini mendorong kami untuk menginisiasi gerakan Kita
Berkebaya yang kembali mengingatkan bahwa kebaya sebagai simbol ekspresi
diri, kebanggaan budaya, dan pemberdayaan perempuan lintas generasi. Melalui
kehadiran Kita Berkebaya di panggung
ARTJOG ini, diharapkan lahir kesadaran baru akan pentingnya merawat dan
menghidupkan kembali kebaya sebagai bagian dari identitas budaya yang kaya dan
terus berkembang dan menjadi kekuatan ekonomi yang memberdayakan, baik dari
penjual kain, penjahit, pembatik, perancang busana, hingga pelaku industri
kreatif lainnya di seluruh Indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum
Foundation.
Acara ini dibuka dengan pemutaran film pendek #KitaBerkebaya yang juga dapat
disaksikan melalui YouTube Indonesia Kaya. Selanjutnya ada karya artistik dari
Abdi Dalem Pura Mangkunegaran yang merepresentasikan makna kebaya. Penampilan
ini menjadi pengantar menuju diskusi seputar budaya, ekspresi diri, dan
pemberdayaan.
Tak kalah menarik adalah
perbincangan dalam
Talkshow Berdaya Lewat Kebaya: Warisan Budaya sebagai Ruang Ekspresi. Obrolan hangat yang merayakan kebaya sebagai simbol budaya,
identitas, dan ekspresi diri perempuan Indonesia ini akan dibahas oleh Mbakyu Berkebaya, content
creator, dan GRAj. (Gusti Raden Ajeng) Ancillasura
Marina Sudjiwo, Pengageng Kawedanan Panti Budaya Pura Mangkunegaran.
Melampaui perannya sebagai busana tradisional, diskusi ini akan
membahas kebaya dari berbagai sudut pandang, mulai dari pengaruh budaya Jawa,
sejarah, dan warisan keraton yang membentuk karakternya, hingga perannya
sebagai identitas dan bentuk ekspresi diri perempuan. Acara ini juga akan
mengupas relevansi kebaya di tengah tren fesyen masa kini serta berbagai upaya
kreatif dan kolaboratif untuk menghidupkan kembali kecintaan pada kebaya di
kalangan generasi muda.
“Kebaya bukan hanya warisan kain dan jahitan, melainkan cerita tentang
perjalanan budaya, identitas, dan jati diri perempuan Indonesia. Dengan
memahami sejarah dan maknanya, kita bisa membawa kebaya tetap relevan di masa
ini. Generasi muda memiliki peran penting untuk menghidupkan kembali kebaya,
tidak hanya dengan memakainya, tetapi juga dengan memberi nafas baru lewat ide,
kolaborasi, dan kreativitas. Kebaya adalah masa lalu, masa kini, dan masa depan
kita bersama,” ujar GRAj. Ancillasura
Marina Sudjiwo yang akrab dipanggil Gusti Sura.
Penonton yang hadir juga dapat melihat praktik
singkat tentang Padu Padan Kebaya yang
mengajak peserta memadupadankan elemen kebaya sesuai gaya dan ekspresi diri dan
gaya mereka sendiri. Di akhir acara, pengunjung dihibur dengan penampilan
Lantun Orchestra, kelompok musik yang menggabungkan elemen-elemen tradisional
dengan aransemen modern, menciptakan harmoni yang memukau dan unik, serta menghadirkan pengalaman musik yang kaya dan
mendalam.
***
Sekilas tentang BAKTI BUDAYA DJARUM FOUNDATION
Sebagai salah satu produsen rokok terbesar di
Indonesia yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, PT Djarum memiliki
komitmen untuk menjadi perusahaan yang turut berperan serta dalam memajukan
bangsa dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempertahankan
kelestarian sumber daya alam Indonesia.
Berangkat dari komitmen tersebut, PT Djarum
telah melakukan berbagai program dan pemberdayaan sebagai bentuk tanggung jawab
sosial perusahaan (CSR) di masyarakat dan lingkungan selama kurun waktu 60
tahun. Pelaksanaan CSR ini dilaksanakan oleh Djarum Foundation yang didirikan
sejak 30 April 1986, dengan misi untuk memajukan Indonesia menjadi negara
digdaya yang seutuhnya melalui 5 bakti, antara lain Bakti Sosial, Bakti
Olahraga, Bakti Lingkungan, Bakti Pendidikan, dan Bakti Budaya. Semua program
dari Djarum Foundation adalah bentuk konsistensi Bakti Pada Negeri, demi
terwujudnya kualitas hidup Indonesia di masa depan yang lebih baik dan
bermartabat.
Dalam hal Bakti Budaya Djarum Foundation,
sejak tahun 1992 konsisten menjaga kelestarian dan kekayaan budaya dengan
melakukan pemberdayaan, dan mendukung insan budaya di lebih dari 5.000 kegiatan
budaya. Beberapa tahun terakhir ini, Bakti Budaya Djarum Foundation melakukan
inovasi melalui media digital, memberikan informasi mengenai kekayaan dan
keragaman budaya Indonesia melalui sebuah situs interaktif yang dapat diakses
oleh masyarakat luas melalui www.indonesiakaya.com. Kemudian membangun dan
meluncurkan "Galeri Indonesia Kaya" di Grand Indonesia, Jakarta pada
10 Oktober 2013. Ini adalah ruang publik pertama dan satu-satunya di Indonesia
yang memadukan konsep edukasi dan multimedia digital untuk memperkenalkan
kebudayaan Indonesia agar seluruh masyarakat bisa lebih mudah memperoleh akses
mendapatkan informasi dan referensi mengenai kebudayaan Indonesia dengan cara
yang menyenangkan dan tanpa dipungut biaya.
Bakti Budaya Djarum Foundation bekerja sama
dengan Pemerintah Kota Semarang mempersembahkan “Taman Indonesia Kaya” di
Semarang sebagai ruang publik yang didedikasikan untuk masyarakat dan dunia
seni pertunjukan yang diresmikan pada 10 Oktober 2018, bertepatan dengan ulang
tahun Galeri Indonesia Kaya ke-5. Taman Indonesia Kaya merupakan taman dengan
panggung seni pertunjukan terbuka pertama di Jawa Tengah yang memberikan warna
baru bagi Kota Semarang dan dapat menjadi rumah bagi para seniman Jawa Tengah yang
bisa digunakan untuk berbagai macam kegiatan dan pertunjukan seni budaya secara
gratis.
Bakti Budaya Djarum Foundation juga melakukan pemberdayaan masyarakat dan rutin
memberikan pelatihan membatik kepada para ibu dan remaja sejak 2011. Hal ini
dilatarbelakangi kelangkaan dan penurunan produksi Batik Kudus akibat
banyaknya para pembatik yang beralih profesi. Untuk itu, Bakti Budaya Djarum
Foundation melakukan pembinaan dalam rangka peningkatan keterampilan dan
keahlian membatik kepada masyarakat Kudus agar tetap hadir sebagai warisan
bangsa Indonesia dan mampu
mengikuti perkembangan jaman tanpa menghilangkan ciri khasnya. Lebih
lanjut informasi mengenai Bakti Budaya Djarum Foundation dapat mengakses
www.djarumfoundation.org, www.indonesiakaya.com.
PCN Indonesia Gelar Build Next Bandung: Pamerkan Material dan teknologi Bangunan Terbaru
BANDUNG, BIP NEWS MEDIA – Principal Collective Network (PCN) Indonesia kembali menggelar ajang pameran industri bertajuk "B...















