Selamat Datang di BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media - BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media - BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media - BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media - BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media - BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media - BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media BiP News Media - BiP News Media

Ai Chat

Breaking News
Global climate summit reaches historic agreement on carbon emissions • Tech giant announces revolutionary AI breakthrough • Major economic reforms proposed by government officials • International space mission discovers new exoplanet

JABAR MEDIA SUMMIT 2025 11 SEPTEMBER 2025 HOTEL HOLIDAY IN BANDUNG

JABAR MEDIA SUMMIT 2025 11 SEPTEMBER 2025 HOTEL HOLIDAY IN BANDUNG

kerjasama Pemkot Bandung dan Pemerintah Kota Hamamatsu, Jepang

Kota Bandung dan Hamamatsu Perpanjang Kerja Sama Sister City, Fokus pada SDM dan Teknologi Air Bersih

Penutupan KSTI (Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri) 2025

Penutupan KSTI (Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri) 2025 telah dilakukan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB

Seminar Kebangsaan: Merayakan 60 Tahun SMAK 1 BPK PENABUR

Seminar Kebangsaan: Merayakan 60 Tahun SMAK 1 BPK PENABUR Bandung dengan Semangat Persatuan dan Harmoni

SEMINAR NASIONAL MAGPAR UNPAD 2025

Magister Pariwisata Berkelanjutan Universitas Padjadjaran Gelar Seminar Nasional: Dorong Sinergi Pariwisata Berkelanjutan di Era Digital

KITA BERKEBAYA BY DJRAUM FOUNDATION

KITA BERKEBAYA HADIRKAN OBROLAN HANGAT ‘BERDAYA LEWAT KEBAYA’ DI PANGGUNG PERFORMA

Thursday, 11 June 2026

APEPI: Indonesia Jewellery Fair Gerakkan Ekonomi Bandung dan Industri Perhiasan Nasional SUDIRMAN GRAND BALLROOM BANDUNG 11-14 JUNI 2026

Indonesia Jewellery Fair 2026 Hadir di Bandung, Dorong Industri Perhiasan dan Gerakkan Ekonomi Daerah

         ketua APEPI Bpk Jeffrey Tumewa



Bandung – Pameran perhiasan terbesar di Indonesia, Indonesia Jewellery Fair (IJF) 2026, kembali digelar di Sudirman Grand Ballroom, Kota Bandung. Ajang yang menghadirkan ribuan desain perhiasan dari berbagai daerah di Indonesia ini menjadi wadah bagi pelaku industri, pengrajin, investor, hingga pecinta perhiasan untuk melihat perkembangan terbaru dunia perhiasan nasional.

Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI), Jefri Iskandar, mengatakan bahwa pameran ini tidak hanya menjadi sarana transaksi dan promosi, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk melihat beragam desain perhiasan yang dapat dipilih sesuai selera dan kebutuhan.

"Pengunjung bisa melihat ribuan macam desain perhiasan dari berbagai daerah. Mereka dapat memilih desain yang disukai sekaligus melengkapi koleksi perhiasan yang dimiliki. Peserta yang hadir juga bukan hanya dari Bandung, tetapi dari berbagai kota di Indonesia," ujar Jefri.

Menurutnya, penyelenggaraan Indonesia Jewellery Fair memberikan dampak ekonomi yang luas bagi Kota Bandung. Persiapan pameran dilakukan jauh hari sebelumnya, mulai dari pembangunan stan, pengaturan tata ruang, hingga melibatkan berbagai sektor pendukung seperti keamanan, kuliner, jasa perhotelan, dan transportasi.

"Acara seperti ini memberikan manfaat ekonomi yang besar. Hotel-hotel menjadi penuh karena banyak peserta dan pengunjung datang dari luar kota bahkan luar negeri. Mereka biasanya tidak hanya datang sehari, tetapi bisa tinggal antara dua hingga empat hari. Restoran, pusat kuliner, hingga sektor jasa lainnya juga ikut merasakan dampaknya," katanya.

Jefri menambahkan, dukungan Pemerintah Kota Bandung sangat penting agar pameran serupa dapat terus dilaksanakan karena berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Selain menghadirkan produsen perhiasan, pameran ini juga diikuti oleh perusahaan penyedia peralatan dan teknologi pendukung industri perhiasan. Saat ini, anggota APEPI yang aktif tercatat lebih dari 60 pengusaha dari berbagai sektor industri emas dan permata.

"Perusahaan penyedia peralatan juga hadir dalam pameran ini. Para pengrajin bisa melihat langsung teknologi terbaru yang mendukung proses produksi. Dengan alat yang tepat, mereka bisa meningkatkan kualitas hasil desain dan lebih percaya diri dalam memasarkan produknya," jelasnya.

Sementara itu, menanggapi kondisi harga emas yang menjadi perhatian masyarakat dan investor, Jefri menjelaskan bahwa pergerakan harga emas global saat ini dipengaruhi oleh kondisi geopolitik dunia dan kebijakan suku bunga bank sentral internasional.

Menurutnya, dalam beberapa pekan terakhir harga emas mengalami koreksi atau penurunan setelah sebelumnya mencapai level tinggi.

"Harga emas saat ini sedang mengalami konsolidasi. Dalam satu minggu terakhir terjadi penurunan yang cukup signifikan. Namun bagi investor jangka panjang, kondisi ini justru menjadi peluang untuk melakukan pembelian karena harga sedang berada pada level yang lebih rendah dibandingkan beberapa waktu lalu," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian bank sentral menjual cadangan emasnya untuk mendukung stabilitas ekonomi, masih banyak bank sentral di berbagai negara yang tetap membeli emas sebagai bagian dari cadangan devisa. Kondisi tersebut membuat prospek emas dalam jangka panjang masih cukup menjanjikan.

Melalui penyelenggaraan Indonesia Jewellery Fair 2026, APEPI berharap industri perhiasan nasional semakin berkembang, mendorong lahirnya inovasi desain baru, memperluas pasar produk dalam negeri, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri perhiasan dan kerajinan emas di kawasan Asia Tenggara.

Pameran Indonesia Jewellery Fair 2026 berlangsung di Sudirman Grand Ballroom Bandung dan terbuka untuk masyarakat umum, pelaku usaha, investor, serta komunitas industri perhiasan dari berbagai daerah di Indonesia.


Doc (IRHAM WAHYONO) 

Tuesday, 9 June 2026

DEBAT ILMIAH PSEL Bersama WALHI & DPRD JABAR KOMISI IV

WALHI Jabar dan DPRD Jabar Gelar Diskusi Ilmiah, Soroti Rencana PSEL Sarimukti dan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Bandung, 9 Juni 2026 – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat bersama Komisi IV DPRD Jawa Barat menggelar diskusi ilmiah bertajuk pengelolaan sampah yang berkeadilan dan berkelanjutan, Selasa (9/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Rooftop DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro No. 27, Kota Bandung, ini menghadirkan berbagai kalangan mulai dari pemerintah, akademisi, masyarakat sipil hingga praktisi lingkungan.

Diskusi tersebut diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pemahaman publik sekaligus membangun ruang dialog ilmiah terkait rencana penerapan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.

Acara yang dimulai pukul 12.30 WIB itu menjadi wadah bertukar pandangan mengenai berbagai aspek pengelolaan sampah, mulai dari dampak lingkungan, kesehatan masyarakat, tata kelola proyek, hingga alternatif solusi yang dinilai lebih berkelanjutan bagi kawasan Bandung Raya.

Dalam forum tersebut, sejumlah narasumber menyampaikan pandangan kritis terhadap implementasi proyek PSEL. Perwakilan WALHI Nasional membawakan materi bertajuk “Mengapa PLTSa di Bandung Raya adalah Solusi Palsu?” yang mengulas berbagai tantangan dan risiko dari teknologi pengolahan sampah berbasis pembakaran.

Sementara itu, Indonesian Corruption Watch (ICW) mengangkat topik “Peluang Korupsi PSN PSEL Danantara”, yang membahas potensi kerawanan tata kelola dan pengawasan dalam proyek strategis nasional di sektor pengelolaan sampah.

Perspektif global turut dihadirkan oleh Global Alliance for Incinerator Alternatives (GAIA) melalui materi “Permasalahan dan Pembelajaran dari Proyek Waste-to-Energy Incinerator di Tingkat Global”. Materi tersebut mengulas berbagai pengalaman internasional terkait implementasi teknologi insinerator dan dampaknya terhadap lingkungan maupun masyarakat.

Nexus3 Foundation juga memaparkan kajian mengenai “Risiko Lingkungan dan Kesehatan Solusi Teknologi Thermal untuk Penanganan Sampah Kota”. Kajian tersebut menyoroti berbagai aspek kesehatan dan lingkungan yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan teknologi pengolahan sampah berbasis termal.

Adapun Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi Berkelanjutan (YPBB) menyampaikan materi mengenai “Solusi Persoalan Sampah Bandung Raya”, yang menitikberatkan pada pendekatan pengurangan sampah dari sumber, pemilahan, serta penguatan ekonomi sirkular sebagai solusi jangka panjang.

Diskusi semakin kaya dengan kehadiran panelis penanggap, yakni Dr. Tomi Setiawan dari FISIP Universitas Padjadjaran, Dr. Dhini Ardianti, S.Sos., M.I.Kom dari Universitas Pasundan, serta Dr. Indra Prawira dari Komisi IV DPRD Jawa Barat.


Melalui kegiatan ini, WALHI Jawa Barat berharap berbagai pemangku kepentingan dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai rencana penerapan PSEL di Sarimukti, sekaligus mendorong lahirnya kebijakan pengelolaan sampah yang lebih adil, partisipatif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Jawa Barat.

Diskusi ilmiah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keterlibatan publik dalam proses perumusan kebijakan pengelolaan sampah, sehingga setiap keputusan yang diambil dapat mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, ekonomi, dan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

(Doc. Irham W)    

        

PCN Indonesia Gelar Build Next Bandung: Pamerkan Material dan teknologi Bangunan Terbaru

BANDUNG, BIP NEWS MEDIA – Principal Collective Network (PCN) Indonesia kembali menggelar ajang pameran industri bertajuk "B...